“Tempat apa ini?”, itulah kalimat pertama yang ku ucapkan saat aku
tersadar dari hitam yang membelengguku selama ini. Ruangan ini sangat
sempit, aku hampir tidak bisa bernafas. Aku meraba di sekelilingku.
Lalu, seberkas cahaya di depanku menghentikan semua kegiatan yang sedang
ku lakukan. Perlahan, aku mulai berjalan menuju sumber cahaya sambil
meraba tembok yang ada di sampingku. Tembok tersebut terasa dingin di
telapak tanganku.